Determinan Ketidakpatuhan Anggaran: Analisis Penyebab Belum Terpenuhinya Mandatory Spending pada APBD Pemerintah Kabupaten Manggarai

Authors

  • Veridiana Febriyanti Dwiayu Universitas Nusa Cendana
  • I Komang Arthana Universitas Nusa Cendana
  • Cicilia Apriliana Tungga Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.55606/jebaku.v6i2.7395

Keywords:

Budget Compliance, Fiscal Capacity, Mandatory Spending, Public Infrastructure, Regional Budget

Abstract

This study investigates the determinants of budget non-compliance, specifically the failure to meet mandatory spending thresholds for public service infrastructure in the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) of Manggarai Regency. Using a qualitative approach with in-depth interviews and NVivo 15 analysis, five key determinants were identified: fiscal capacity constraints driven by high personnel expenditure (42% of APBD), low own-source revenue (PAD at 4%), and heavy dependence on central transfers (TKD at 90–95%); centralized regulatory policies imposing uniform percentage standards without considering regional fiscal disparities; budget political dynamics between TAPD and DPRD prioritizing immediate community needs; administrative constraints in SIPD-based synchronization; and selective enforcement of sanctions where infrastructure non-compliance remains unenforced. Findings reveal that non-compliance is not willful negligence but a rational response to structural fiscal limitations, resulting in infrastructure spending at only 24% of APBD, far below the 40% mandate of PERMENDAGRI No. 14/2025. The study recommends fiscal cluster differentiation by the central government and cross-tagging optimization strategies for fiscally constrained local governments.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aldo Yanuarto, Muhammad, & Novita. (2024). Optimalisasi distribusi dana APBN ke daerah otonom. Desentralisasi: Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan, 2(1), 53–66. https://doi.org/10.62383/desentralisasi.v2i1.387

Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2021). Dua dekade implementasi desentralisasi fiskal di Indonesia. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. https://fiskal.kemenkeu.go.id/files/buku/file/1661139200_buku_dua_dekade_desentralisasi_fiskal.pdf

Bandur, A. (2019). Penelitian kualitatif studi multi-disiplin keilmuan dengan NVivo 12 Plus (Edisi I). Mitra Wacana Media.

BAPPERIDA. (2025). RKPD Kabupaten Manggarai Tahun 2025. Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Manggarai. https://www.manggaraikab.go.id/wp-content/uploads/2025/03/RKPD-KABUPATEN-MANGGARAI-TAHUN-2025.pdf

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI. (2025). Surat Nomor S-23/PK/PK.6/2025: Konfirmasi atas hasil evaluasi pemenuhan belanja wajib dalam APBD TA 2025. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. https://www.djpk.kemenkeu.go.id

Jackson, K., & Bazeley, P. (2019). Qualitative data analysis with NVivo (3rd ed.). Sage Publication.

Jabar, S., Frinaldi, A., & Roberia. (2024). Akuntabilitas dan transparansi dalam perspektif hukum administrasi negara. Jurnal Inovasi Kebijakan dan Pemerintahan, 2(12), 720–728. https://doi.org/10.59435/gjmi.v2i12.1196

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360. https://doi.org/10.1016/0304-405X(76)90026-X

Kompas. (2025, November 12). Angka stunting di Manggarai NTT masih tinggi, pola asuh jadi penyebab. Kompas.id. https://regional.kompas.com/read/2025/11/12/212052378/angka-stunting-di-manggarai-ntt-masih-tinggi-pola-asuh-jadi-penyebab

Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia. (2013). Modul good governance. Lemhannas RI.

Lesmono, B., & Siregar, S. (2021). Studi literatur tentang agency theory. Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS), 3(2), 203–210. https://doi.org/10.47065/ekuitas.v3i2.1128

Naibaho, G., dkk. (2025). Comparative analysis of compliance with mandatory spending in the education and infrastructure sector in the 2025 Medan City Budget. Journal of International Accounting Research, 4(02), 127–140. https://doi.org/10.62668/jiar.v4i02.2324

Nasution, M. (2022). Studi atas belanja kesehatan pemerintah daerah di Indonesia. Jurnal Budget: Isu dan Masalah Keuangan Negara, 7(1), 1–20. https://ejurnal.dpr.go.id/index.php/jurnalbudget/article/download/124/114

Neuhuber, T., Getzner, M., & Bröthaler, J. (2025). Fiscal resilience, fiscal sustainability and social infrastructure expenditure: The impact of social spending on fiscal health in Austrian local governments. Journal of Public Budgeting, Accounting and Financial Management, 37(6), 263–285. https://doi.org/10.1108/JPBAFM-10-2024-0202

Parhusip, P. T., & Br Karo, E. (2023). Analisis akuntabilitas dan transparansi pemerintah desa dalam pengelolaan alokasi dana desa di Kecamatan Lau Baleng Kabupaten Karo. Jurnal Akuntansi dan Bisnis, 9(2), 1–15. https://eprints.ust.ac.id/id/eprint/78

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026. (2025). Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2024 tentang Tata Cara Penundaan dan/atau Pemotongan Penyaluran Dana Transfer Keuangan ke Daerah atas Pemenuhan Belanja Wajib dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. (2024). Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2024 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah. (2024). Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Rahmawati, R., & Hidayat, A. (2024). Budgetary compliance theory in local government context: A systematic review. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Daerah, 19(1), 45–60.

Riyani, D., & Yusrizal. (2023). Mandatory spending and infrastructure expenditure in the Pekanbaru City Government. Jurnal KURS, 8(2), 112–125. http://www.ejournal.pelitaindonesia.ac.id/ojs32/index.php/KURS/index

Simamora, R., & Handayani, T. (2022). Determinan kepatuhan anggaran pemerintah daerah: Studi empiris di Indonesia. Jurnal Akuntansi Publik, 5(2), 88–105.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian dan pengembangan (Edisi V). Alfabeta.

Sulistyowati, D., & Wibowo, P. (2022). Infrastructure spending in the characteristics of the regions: Towards the achievement of sustainable development goals. The Indonesian Journal of Accounting Research, 25(3), 421–448. https://doi.org/10.33312/ijar.622

Susilo, L. J. (2017). Governance, risk management, and compliance. PPM Manajemen.

Wonar, K., Piter, B., & Kekry, N. (2022). Kepatuhan belanja wajib pendidikan dan kesehatan: Studi kasus 34 provinsi di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi & Keuangan Daerah, 7(1), 39–50. https://doi.org/10.52062/keuda.v7i1.195

Downloads

Published

2026-07-02

How to Cite

Veridiana Febriyanti Dwiayu, I Komang Arthana, & Cicilia Apriliana Tungga. (2026). Determinan Ketidakpatuhan Anggaran: Analisis Penyebab Belum Terpenuhinya Mandatory Spending pada APBD Pemerintah Kabupaten Manggarai. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Akuntansi, 6(2), 116–129. https://doi.org/10.55606/jebaku.v6i2.7395

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.