Manari Sawat Pada Hari Raya Qurban: Simbol Identitas Budaya Masyarakat Dusun Kalauli Desa Kaitetu Maluku Tengah
DOI:
https://doi.org/10.55606/sokoguru.v5i3.6644Keywords:
Manari Sawat, Hari Raya Qurban, Identitas Budaya, Masyarakat Kalauli, Maluku TengahAbstract
Penelitian ini mengkaji tradisi Manari Sawat yang dilaksanakan masyarakat Dusun Kalauli, Desa Kaitetu, Maluku Tengah, pada perayaan Hari Raya Qurban. Tradisi ini berfungsi sebagai ekspresi keagamaan sekaligus simbol identitas budaya yang memperkuat solidaritas sosial. Dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, penelitian ini mengungkap makna simbolik tarian, musik pengiring, serta partisipasi masyarakat lintas generasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manari Sawat berperan penting dalam mempertahankan identitas kultural masyarakat Kalauli di tengah arus modernisasi. Meskipun menghadapi tantangan perubahan sosial, tradisi ini tetap adaptif dan berfungsi sebagai media pewarisan nilai-nilai budaya dan agama, serta mencerminkan harmoni antara ajaran Islam dan kearifan lokal dalam keberagaman budaya Maluku.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





