Representasi Kerusakan Lingkungan dalam Novel Waste Tide Karya Chen Qiufan: Kajian Ekokritisisme Cheryll Glotfelty

Authors

  • Alyssa Eka Permatasari Universitas Gunadarma
  • Hukmawati Hukmawati Universitas Gunadarma
  • Tri Wahyu Retno Ningsih Universitas Gunadarma

DOI:

https://doi.org/10.55606/jupensi.v6i2.7297

Keywords:

Chen Qiufan, Ecocriticism, Environmental Destruction, Human and Nature Relationship, Waste Tide

Abstract

This research examines how environmental destruction and human-nature relationships are depicted in Chen Qiufan's novel Waste Tide using an ecocritical approach. This study is motivated by the importance of literary works in addressing environmental issues. The research questions include: (1) how environmental destruction is presented in Waste Tide; and (2) how human-nature relationships are constructed and problematized in the novel. The method employed is descriptive qualitative analysis of the novel's text. The research findings identified 58 data points divided into two main focuses. From the total data, this study successfully analyzed 22 data points comprising representations of environmental destruction in the form of physical environmental descriptions (4 data), symbols of natural destruction (6 data), and natural atmosphere (4 data), as well as human-nature relationships including emotional interactions with nature (5 data) and character transformation through nature (3 data). The analysis results show that Waste Tide presents environmental destruction both directly and through symbols, and depicts human-nature relationships that encompass emotional closeness and attitudinal changes. Through this research, it is explained that literary works can help readers understand and discuss environmental problems.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahyar, J. (2019). Apa itu sastra. Jakarta: Pustaka Ilmu.

Astuti. (2019). Peran sastra sebagai media pembentukan karakter dan nilai budaya masyarakat. Jurnal Pendidikan Karakter dan Budaya, 3(2), 45–56.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Endaswara, S. (2016). Ekologi sastra: Konsep, langkah, dan penerapan. Yogyakarta: CAPS.

Eswigati. (2020). Representasi realitas sosial dalam kumpulan puisi Latihan tidur karya Joko Pinurbo. Jurnal Bahasa dan Sastra, 15(2), 123–135.

Fauziah. (2021). Nilai-nilai sosial dalam dwilogi novel Sepasang yang Melawan karya Jazuli Imam (Pendekatan sosiologi sastra). Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 12–23.

Garrard, G. (2012). Ecocriticism. Routledge.

Glotfelty, C., & Fromm, H. (Eds.). (1996). The ecocriticism reader: Landmarks in literary ecology. University of Georgia Press.

Glotfelty, C., & Fromm, H. (Eds.). (1996). The ecocriticism reader: Landmarks in literary ecology. University of Georgia Press.

Irma. (2017). Pendekatan sosiologi sastra dan nilai-nilai pendidikan dalam novel Punakawan Menggugat karya Ardian Kresna. Jurnal Bindo Sastra, 5(1), 77–89.

Juanda, & Syam, S. (2019). Ekokritik dalam sastra Indonesia: Analisis representasi lingkungan dalam novel kontemporer. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 145–158.

Jurnal Bindo Sastra. (2017). Pendekatan sosiologi sastra dan nilai-nilai pendidikan dalam novel Punakawan Menggugat karya Ardian Kresna. Jurnal Bindo Sastra, 5(1), 60–76.

Manugeren, H. (2014). Sastra dan lingkungan: Perspektif ekokritik dalam karya Indonesia. Medan: USU Press.

McNeill, J. R. (2020). Something new under the sun: An environmental history of the twentieth-century world. W. W. Norton & Company.

Melin, C. (2021). Poetic responses to environmental crisis. Palgrave Macmillan.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Mu’in, F. (2019). Pendekatan ekokritik dalam kajian sastra: Teori dan aplikasi. Jakarta: Pustaka Ilmu.

Mulia, & Puradimaja. (2024). Perubahan sosial budaya dalam novel Segala yang Diisap Langit karya Pinto Anugrah: Kajian sosiologi sastra. Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 101–115.

Nuryatin, A. (2017). Simbol dan makna pada puisi Menolak korupsi karya penyair Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 45–56.

Putri, A., & Nugroho, D. (2023). Sastra sebagai media pembelajaran kesadaran ekologis pada siswa SMA. Jurnal Pendidikan dan Sastra Indonesia, 11(1), 45–56.

Rachmawati, R. (2020). Ekokritik dalam sastra Indonesia: Dampak kerusakan lingkungan terhadap aspek sosial dan budaya dalam narasi sastra. Jurnal Kajian Sastra dan Budaya, 5(1), 33–47.

Rachmawati, R. (2024). Kritik sosial dalam film Mencuri Raden Saleh karya Angga Dwimas Sasongko: Kajian sosiologi sastra. Jurnal Kajian Kebudayaan, 12(1), 55–70. Universitas Diponegoro.

Raco, J. R. (2019). Metode penelitian kualitatif: Jenis, karakteristik, dan keunggulannya. Grasindo.

Rahmawati. (2022). Nilai-nilai moral novel Peter karya Risa Saraswati dan relevansinya dengan pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(2), 150–162.

Rusdy, A. (2012). Ekologi dan lingkungan hidup. Jakarta: Bumi Aksara.

Satryani, S., Juanda, & Syam, S. (2019). Analisis ekokritik dalam novel Sarongge karya Tosca Santoso. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(1), 89–102.

Sukmawan, S. (2016). Ekokritik sastra Indonesia: Membaca karya sastra dengan wawasan lingkungan. Jurnal Ilmu Budaya, 4(2), 120–133.

Sukmawan, S. (2016). Ekokritik sastra Indonesia: Membaca karya sastra dengan wawasan lingkungan. Universitas Brawijaya Press.

Supriyati. (2017). Metodologi penelitian. Universitas Terbuka.

Umar, H. (2018). Metode penelitian untuk skripsi dan tesis bisnis. PT RajaGrafindo Persada.

Wardani, & Sari. (2022). Peran sastra dalam membentuk karakter dan nilai sosial masyarakat. Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 7(1), 25–36.

Willis, J., Jost, M., & Nilakanta, R. (2021). Foundations of qualitative research: Interpretive and critical approaches (2nd ed.). SAGE Publications.

Wulandari, T., & Suyitno. (2020). Nilai sosial dalam novel Jatisaba karya Ramayda Akmal: Kajian sosiologi sastra. Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, 8(1), 89–102.

Zahrawani, N. (2021). Ekokritik dalam sastra Indonesia: Membaca representasi alam dalam novel lingkungan. Jurnal Sastra Lingkungan, 2(1), 55–70.

Zorba, Y., & Arikan, A. (2024). Environmental literature and ecological awareness: A contemporary approach. London: Greenleaf Publishing.

Zulfa, M. (2021). Ekokritisisme dalam sastra Indonesia kontemporer: Kajian teoretis dan praktis. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(2), 101–115.

Downloads

Published

2026-06-23

How to Cite

Alyssa Eka Permatasari, Hukmawati Hukmawati, & Tri Wahyu Retno Ningsih. (2026). Representasi Kerusakan Lingkungan dalam Novel Waste Tide Karya Chen Qiufan: Kajian Ekokritisisme Cheryll Glotfelty. Jurnal Pendidikan Dan Sastra Inggris, 6(2), 64–76. https://doi.org/10.55606/jupensi.v6i2.7297

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.