Dampak Sosial Ekonomi Pelaku Usaha Pasca Relokasi dari Wisata Pantai Mandra Kabupaten Kolaka

Authors

  • Nur Fazhirah Azis Universitas Negeri Makassar
  • Marhawati Najib Universitas Negeri Makassar
  • Agus Syam Universitas Negeri Makassar
  • Nur Halim Universitas Negeri Makassar
  • Andika Isma Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.55606/jebaku.v6i1.6670

Keywords:

Income, Local Business Actors, Relocation, Social interaction, Social-Economy

Abstract

This study examines the socio-economic impacts experienced by micro, small, and medium enterprises (MSMEs) following their relocation from the Mandra Beach tourism area in Kolaka Regency. The relocation policy was implemented by the Kolaka Regency Government as part of an effort to reorganize the coastal area, with considerations for preserving cultural icons (the Mekongga Traditional House), restoring public space functions, and addressing sanitation issues. Using a descriptive qualitative approach with a phenomenological method, this research analyzes changes in income and social interaction patterns among business actors before and after the relocation. The findings reveal a significant decline in business income post-relocation, driven by reduced visitor numbers and the less strategic nature of the new location. Social interactions among business actors remained harmonious, yet interactions with customers became more transactional. Communication between business actors and the government was largely one-way, creating uncertainty among traders. This study recommends strengthening participatory communication from the government and fostering innovative adaptation among business actors to support the sustainability of the local economy.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, L. R., Lestari, M. P., Wantika, J., Magfiroh, A., & Pertiwi, H. (2024). Transformasi konflik kebijakan relokasi pasar kota ke pasar wisata oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Global Komunika, 7(1), 37–46.

Albarru, H. T., & Hasbi, I. (2020). Hubungan karakteristik individu dengan perilaku wirausahawan warung internet di empat kecamatan di sekitar Kampus Universitas Telkom. Jurnal Sosial Ekonomi, x(x), 274–282.

Amanatin, E. L., Fedryansyah, M., & Nurwati, N. (2023). Implikasi pembangunan pedestrian di Jalan Pancasila Kota Tegal: Kontroversi pemanfaatan trotoar pejalan kaki dan pedagang kaki lima. Resiprokal: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual, 5(2), 225–240.

Amiman, R., Mokalu, B., & Tumengkol, S. (2022). Peran media sosial Facebook terhadap kehidupan masyarakat di Desa Lalue Kecamatan Essang Kabupaten Kepulauan Talaud. Journal Ilmiah Society, 2(3), 1–9.

Aminuddin, H., Nailufar, F. D., & Mujiburrohman, M. A. (2022). Dampak pengembangan desa wisata terhadap sosial ekonomi masyarakat. Journal of Public Power, 6(2), 76–84.

Aotama, R. C., & Klavert, D. R. H. (2021). Dampak sosial relokasi pedagang kaki lima di kawasan wisata kuliner Kota Tomohon. Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 18(1), 1–9.

Ariyanto, Kurniawan, D. E., & Fatulloh, A. (2018). Rancang bangun aplikasi WebGIS untuk pemetaan kondisi sosial ekonomi Kota Batam. Jurnal Teknologi Informasi, 2(1), 27–30.

Arsyad, M., & Arifin, M. (2024). Ekonomi pedagang kaki lima di Taman Putri Petung Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser. E-Journal Pembangunan Sosial, 2024(1), 280–290.

Dp, S. N., Sejati, K. W., A’yunina, H., Dewi, A. S., & Nisa, K. K. (2023). Dampak relokasi pedagang kaki lima ke Teras Malioboro Yogyakarta. Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Islam, 3(1).

Fahrezy, A. I., & Nurmanina, A. (2024). Impact of street vendors’ relocation on Dermaga Wisata Senggam, Tanjung Redeb District, Berau Regency. Progress in Social Development, 5(2).

Hamid, N. A., & Hamka. (2014). Dampak sosial ekonomi pedagang relokasi pasar tradisional modern. Jurnal Mirai Management, 7(2), 142–146.

Janah, S. P., & Adinugraha, H. H. (2021). Analysis of behavior and socio-economic impact of relocation of street vendors during the COVID-19 pandemic. Al-Masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman, 9(2), 220–234.

Janah, U. R. N., & Tampubolon, F. R. S. (2024). Peran usaha mikro, kecil, dan menengah dalam pertumbuhan ekonomi: Analisis kontribusi sektor UMKM terhadap pendapatan nasional di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 1(2), 739–746.

Kusumastuti, S. Y., Anggraeni, A. F., Rustam, A., Desi, D. E., & Waseso, B. (2025). Metodologi penelitian: Pendekatan kualitatif dan kuantitatif. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Marselina, L., & Wijaya, A. (2022). Dampak relokasi pedagang di lingkungan objek wisata Golaga Kabupaten Purbalingga. Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 11(2), 208–218.

Mujaddidi, A. S. (2022). Relokasi pedagang kaki lima terhadap kondisi sosial ekonomi (studi pedagang kaki lima di Arek Lancor Pamekasan). Mabny: Journal of Sharia Management and Business, 2(2), 127–136.

Ningsih, R., & Megawati, S. (2022). Analisis implementasi kebijakan relokasi pedagang pelataran di pasar tradisional Semampir Kabupaten Probolinggo. Publika, 1053–1064.

Nurlinda, Marhawati, Supatminingsih, T., Rahmatullah, & Rijal, S. (2023). Dampak keberadaan pasar modern terhadap pendapatan pedagang pasar tradisional (studi kasus Pasar Sentral Pangkep). Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(2), 276–283.

Pertiwi, M. E., Nengsih, T. A., & Safitri, Y. (2024). Dampak relokasi pasar tradisional terhadap pendapatan pedagang (studi kasus di Pasar Rakyat Talang Banjar Kecamatan Jambi Timur). Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, dan Bisnis, 3(1), 112–135.

Puspita Dewi, A., Dari, Y. I. W., Astuti, D. Y., Aeni, N., Zainuri, M., Wulandari, N., Gennosa, C. P., Adilla, W., Pratiwi, E. A., Pamungkas, F. Y., & Saharuddin, E. (2023). Analisis dampak sosial ekonomi akibat relokasi pedagang kaki lima di Malioboro. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, 1, 7–15.

Putri, P. L., & Widadi, B. (2024). Peran inovasi dalam pengembangan model bisnis UMKM di era digital. Maeswara: Jurnal Riset Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan, 2(4), 180–189.

Qadisyah, M., Hasanah, A., Hanum, H., & Harahap, N. (2023). Peran UMKM dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Pembangunan Ekonomi, 1(2).

Saragih, R. (2017). Membangun usaha kreatif dan inovatif. Jurnal Kewirausahaan, 3, 27–34.

Septian, M. R. D., Hermawan, Y., & Pundenswari, P. (2024). Faktor-faktor kegagalan relokasi pedagang kaki lima Gedung Intan Medina Garut. Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik, 15(1), 47–56.

Setiawan, A., Sundaro, H., & Sudrajat, A. S. (2023). Kajian dampak kebijakan relokasi PKL bantaran Kali Es Sawah Besar Kota Semarang terhadap kondisi sosial dan ekonomi pedagang. Indonesian Journal of Spatial Planning, 3(2), 49–58.

Shaufi, A. R., Wilda, K., & Azis, Y. (2022). Dampak relokasi Pasar Bauntung Banjarbaru terhadap pendapatan pedagang beras. Frontier Agribisnis, 6(2), 28–35.

Sitanggang, N., & Luthan, P. L. A. (2019). Manajemen kewirausahaan furnitur.

Downloads

Published

2026-01-19

How to Cite

Nur Fazhirah Azis, Marhawati Najib, Agus Syam, Nur Halim, & Andika Isma. (2026). Dampak Sosial Ekonomi Pelaku Usaha Pasca Relokasi dari Wisata Pantai Mandra Kabupaten Kolaka. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Akuntansi, 6(1), 427–440. https://doi.org/10.55606/jebaku.v6i1.6670

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.