Pendekatan Ontologis terhadap Fungsi KUA sebagai Institusi Pembinaan Keluarga Sakinah di KUA Kecamatan Medan Barat

Authors

  • Andhara Andhara Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Asriani Matondang Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Fajar Nur Bahri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Fathir Al Fath Harahap Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nailul Amali Damanik Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nisa Syahrani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Mhd. Syahminan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.55606/jpmi.v5i2.7079

Keywords:

Family Development, Islamic Law, Office of Religious Affairs (KUA), Ontology, Sakinah Family

Abstract

The Office of Religious Affairs (Kantor Urusan Agama/KUA) plays a strategic role in fostering sakinah families in Indonesia. This article examines the functions of the KUA through an ontological approach, with a specific focus on KUA Kecamatan Medan Barat as the locus of study, by analyzing the nature of its existence, fundamental structure, and institutional relations within the systems of Islamic law and the state. The study employs a qualitative method combining a philosophical ontological analysis of regulations and policies with field observation and documentation at KUA Kecamatan Medan Barat. Data were collected through document analysis of statutory regulations, Ministry of Religious Affairs policies, relevant literature, and direct field data gathered from KUA Kecamatan Medan Barat. The findings indicate that ontologically, the KUA has three dimensions of existence: as a representation of the state in religious affairs, as an institution implementing Islamic law, and as a social institution responsible for community development. At KUA Kecamatan Medan Barat, these three dimensions manifest in its pre-marital guidance programs, marriage counseling services, and community empowerment activities within the socio-cultural context of Medan Barat. The function of fostering sakinah families is not merely an administrative task, but a manifestation of the state's responsibility to promote family welfare based on Islamic values. This article concludes that an ontological approach provides a deeper understanding of the essence and substantive meaning of the KUA's functions, which are not limited to marriage registration but encompass holistic and sustainable family development

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, A. (2022). Prinsip-Prinsip Dasar Dalam Keluarga Islam. Aswaja Pressindo.

Afrizal Sidik Riono, R., & Ismail, H. (2025). Analisis Peran KUA Dalam Menetapkan Pernikahan Dini Akibat Pengaruh Media Sosial Studi Kasus desa Simbarwaringin Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. Berkala Hukum, Sosial dan Agama, 2(1), 123–137.

Alimuddin, A., & Basri, R. (2024). Tinjauan Maqāṣid Syari’ah terhadap Perjanjian Perkawinan sebagai Jaminan Keluarga Bahagia. Al-Hukamaa: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(1), 37–47.

Anhar, A., & Munip, A. (2025). OPTIMALISASI PELAYANAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI DI KUA GERAGAI TANJUNG JABUNG TIMUR. Swakarya: Jurnal Penelitian Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, 3.

Awad, F. B., & Fauziah, S. (2022). Peran Penyuluh Agama dalam Pelaksanaan Fungsi BP4 bagi Pelestarian Perkawinan. 14, 175–183.

Bagenda, C. (2022). Filsafat Realisme Hukum Dalam Perspektif Ontologi, Aksiologi, Dan Epistemologi. Jurnal Ius Constituendum, 7(1), 115.

Darmawati, D., & Haddade, H. (2020). Efektivitas Penyuluh BP4 dalam Menekan Angka Perceraian Di Kota Makassar. Harmoni, 19(1), 149–161.

Kementerian Agama Kota Yogyakarta. (2024). Kepala Kantor Ungkap KUA Tidak Hanya Mencatat, Tetapi Juga Membentuk Keluarga Samawa. Diakses dari https://www.kemenagkotajogja.org/

Kementerian Agama RI. (2021). Modul Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin: Berbasis Nilai-Nilai Keluarga Sakinah. Jakarta: Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah.

Kementerian Agama RI. (2024). Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Urusan Agama. Jakarta: Kementerian Agama RI.

Khodijah, S., Harahap, R. P., Hasanah, N., Ramadhannur, R., & Darta, A. (2025). Efektivitas Program BP4 di Kua Medan Tembung dalam Menangani Konflik Rumah Tangga: Pendekatan Nilai-Nilai Al-Qur’an dan Hadis. Sulawesi Tenggara Educational Journal, 5(1), 160–172.

Kurniawan, T., & Syahbannuddin, H. (2024). Peran Kantor Urusan Agama (KUA) Dalam Memberikan Orientasi Keluarga Sakinah Bagi Calon Pasangan Pengantin Di Dusun IX Rukun Serdang Bedagai. AT-TADZKIR: Jurnal Penelitian dan Ilmu Komunikasi, 1(2).

Kusairi, A., & Nadia, H. (2022). UPAYA BIMBINGAN PRANIKAH DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH. An-Nawazil: JUrnal Hukum dan Syariah Kontemporer, 4(1).

Mahanum, M. (2021). Tinjauan kepustakaan. ALACRITY: Journal of Education, 1–12.

MH, P., Herowati Poesoko, S., & Sahetapy, W. L. (2018). Ilmu Hukum dalam Perspektif Filsafat Ilmu. Ilmu Hukum dalam Perspektif Filsafat Ilmu.

Purwati, R., Risnah, R., Fauzan, A., Sasole, I., Ramli, M. A. F., Farhan, M. F., & Ishak, N. (2025). Analisis Implementasi Program Pembinaan Keluarga Sakinah i Kantor Urusan Agama (Studi Kasus Kua Kecamatan Mamajang). Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(1).

Qomaruddin, Q., & Sa’diyah, H. (2024). Kajian Teoritis tentang Teknik Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84. https://doi.org/10.52620/jomaa.v1i2.93

Rahmatullah, I. (2021). Filsafat Realisme Hukum; Konsep dan Aktualisasinya dalam Hukum Bisnis di Indonesia. ADALAH, 5(5), 1–14. https://doi.org/10.15408/adalah.v5i5.21395

Syamilah, S., Aminah, S., Melinda, C., Fitri, E. Y., Pertiwi, R., Khotimah, N., & Halim, B. (2025). Efektivitas Layanan Bimbingan Pranikah terhadap Kesiapan Mental Calon Pengantin untuk Membentuk Keluarga Sakinah di Kantor KUA Kecamatan Kumpeh Ulu, Kab. Muaro Jambi: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(3), 14711–14715. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4558

Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Downloads

Published

2026-04-24

How to Cite

Andhara Andhara, Asriani Matondang, Fajar Nur Bahri, Fathir Al Fath Harahap, Nailul Amali Damanik, Nisa Syahrani, & Mhd. Syahminan. (2026). Pendekatan Ontologis terhadap Fungsi KUA sebagai Institusi Pembinaan Keluarga Sakinah di KUA Kecamatan Medan Barat. JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA, 5(2), 300–316. https://doi.org/10.55606/jpmi.v5i2.7079

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.