Manari Sawat Pada Hari Raya Qurban: Simbol Identitas Budaya Masyarakat Dusun Kalauli Desa Kaitetu Maluku Tengah

Authors

  • Muhammad Idul Launuru Universitas Islam Negeri A.M Sangadji Ambon
  • Norma Syukur Universitas Islam Negeri A.M Sangadji Ambon
  • Samria Pattihua Universitas Islam Negeri A.M Sangadji Ambon

DOI:

https://doi.org/10.55606/sokoguru.v5i3.6644

Keywords:

Manari Sawat, Hari Raya Qurban, Identitas Budaya, Masyarakat Kalauli, Maluku Tengah

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi Manari Sawat yang dilaksanakan masyarakat Dusun Kalauli, Desa Kaitetu, Maluku Tengah, pada perayaan Hari Raya Qurban. Tradisi ini berfungsi sebagai ekspresi keagamaan sekaligus simbol identitas budaya yang memperkuat solidaritas sosial. Dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, penelitian ini mengungkap makna simbolik tarian, musik pengiring, serta partisipasi masyarakat lintas generasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manari Sawat berperan penting dalam mempertahankan identitas kultural masyarakat Kalauli di tengah arus modernisasi. Meskipun menghadapi tantangan perubahan sosial, tradisi ini tetap adaptif dan berfungsi sebagai media pewarisan nilai-nilai budaya dan agama, serta mencerminkan harmoni antara ajaran Islam dan kearifan lokal dalam keberagaman budaya Maluku.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Muhammad Idul Launuru, Norma Syukur, & Samria Pattihua. (2025). Manari Sawat Pada Hari Raya Qurban: Simbol Identitas Budaya Masyarakat Dusun Kalauli Desa Kaitetu Maluku Tengah. SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(3), 457–469. https://doi.org/10.55606/sokoguru.v5i3.6644

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.