Peran Guru PAI dalam Membentuk Etika Digital Peserta Didik pada Era Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Authors

  • Regina Oktaviani Bilo IAIN Sultan Amai Gorontalo
  • Burhanudin AK. Mantau IAIN Sultan Amai Gorontalo
  • Lisdawati Muda IAIN Sultan Amai Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.55606/sokoguru.v6i2.7321

Keywords:

Kecerdasan Buatan, Etika Digital, Guru Pendidikan Agama Islam, Literasi Digital, Pembinaan Karakter Siswa

Abstract

Perkembangan pesat Kecerdasan Buatan (AI) telah secara signifikan mengubah praktik pendidikan dan perilaku belajar siswa. Meskipun teknologi AI memberikan berbagai manfaat, seperti akses yang lebih mudah terhadap informasi, pengalaman belajar yang dipersonalisasi, dan peningkatan efisiensi akademik, teknologi ini juga memunculkan masalah etika, termasuk plagiarisme, disinformasi, perundungan siber, dan ketergantungan berlebihan pada teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk etika digital siswa di era Kecerdasan Buatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang melibatkan guru Pendidikan Agama Islam, administrator sekolah, dan siswa sebagai peserta penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, termasuk reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa guru PAI memainkan peran krusial sebagai pendidik, pembimbing, teladan, motivator, pengawas, dan evaluator dalam menumbuhkan etika digital siswa. Mereka mengintegrasikan nilai-nilai Islam seperti kejujuran (ṣidq), tanggung jawab (amanah), verifikasi informasi (tabayyun), dan akhlak mulia (akhlakul karimah) ke dalam praktik literasi digital dan pemanfaatan AI. Berbagai strategi diterapkan, termasuk mengintegrasikan etika digital ke dalam pembelajaran agama, mendorong evaluasi kritis terhadap informasi daring, mempromosikan penggunaan AI yang bertanggung jawab, serta berkolaborasi dengan orang tua untuk mengawasi aktivitas digital siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa guru PAI memiliki kontribusi strategis dalam mengembangkan warga digital yang bertanggung jawab secara etis, yang dapat memanfaatkan AI dengan bijak sambil mempertahankan nilai-nilai moral Islam di era digital..

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, M. (2024). Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Literasi Digital di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 45–58. https://doi.org/10.14421/jpi.2024.121-04

Ahmad, F., & Rahmawati, S. (2025). Tantangan Guru PAI di Era Artificial Intelligence: Mengawal Akhlak Digital Siswa. Jurnal Studi Pendidikan Islam, 8(2), 112–125. https://doi.org/10.24256/jorpai.v8i2.4821

Budiarto, A., & Lestari, D. (2023). Pemanfaatan ChatGPT dalam Pembelajaran: Peluang dan Tantangan Etis bagi Peneliti Muda. Jurnal Teknologi Pendidikan, 15(3), 201–215. https://doi.org/10.31800/jtp.v15i3.789

Fauzi, A. (2024). Relevansi Konsep Tabayyun di Era Post-Truth dan Disinformasi Digital. Jurnal Dinamika Islam, 11(2), 89–102. https://doi.org/10.15548/jdi.v11i2.1423

Hidayat, N., & Syarif, M. (2025). Pembentukan Karakter Religius Berbasis Karakter Digital (Digital Citizenship) di Sekolah. Jurnal Moralitas dan Karakter, 6(1), 34–48. https://doi.org/10.21831/jmk.v6i1.2345

Kurniawan, R. (2023). Etika Komunikasi Netizen dalam Perspektif Islam: Analisis Media Sosial. Jurnal Komunikasi Islam, 13(2), 175–190. https://doi.org/10.15642/jki.2023.13.2.175

Mahfud, C. (2024). Religious Education in the Digital Age: Challenges and Opportunities for Islamic Teachers. International Journal of Islamic Education, 9(1), 12–27. https://doi.org/10.21154/ijie.v9i1.321

Munir, M. (2025). Dampak Kecerdasan Buatan (AI) terhadap Plagiarisme Akademik di Lingkungan Sekolah. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 14(1), 55–66. https://doi.org/10.26858/jep.v14i1.654

Nasrudin, I. (2024). Strategi Guru Agama Islam dalam Menghadapi Cyberbullying di Kalangan Remaja. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 7(2), 140–153. https://doi.org/10.22373/jbki.v7i2.890

Pratama, H., & Wijaya, A. (2025). Implementasi Pembelajaran Adaptif Berbasis AI dan Implikasi Etisnya. Jurnal Inovasi Teknologi Pembelajaran, 10(2), 99–110. https://doi.org/10.17977/um031v10i2025p099

Putro, K. Z. (2023). Memahami Generasi Alpha dan Tantangan Pendidikan Karakter Berbasis Digital. Jurnal Pendidikan Anak, 12(1), 77–88. https://doi.org/10.21831/jpa.v12i1.5678

Rohman, A. (2024). Internalisasi Nilai Shidq dan Amanah dalam Aktivitas Akademik Digital Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 15(2), 118–130. https://doi.org/10.21831/jpk.v15i2.9012

Setyawan, B. (2025). Pola Kolaborasi Guru dan Orang Tua dalam Mengawasi Penggunaan Gadget Anak. Jurnal Pendidikan Kontemporer, 4(1), 23–35. https://doi.org/10.33369/jpk.v4i1.345

Smith, J., & Davies, L. (2024). Artificial Intelligence in Education: Ethical Concerns and Teacher Roles. Journal of Educational Technology & Society, 27(3), 104–118. https://doi.org/10.2307/jeductechsoci.27.3.104

Zainuddin, M. (2023). Konsep Akhlakul Karimah sebagai Fondasi Etika Digital Warga Net Islam. Jurnal Pemikiran Islam, 29(1), 40–55. https://doi.org/10.24014/jpi.v29i1.6789

Published

2026-07-31

How to Cite

Regina Oktaviani Bilo, Burhanudin AK. Mantau, & Lisdawati Muda. (2026). Peran Guru PAI dalam Membentuk Etika Digital Peserta Didik pada Era Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(2), 16–31. https://doi.org/10.55606/sokoguru.v6i2.7321

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.