Penyalahgunaan Wewenang Oleh Aparat Negara: Problematika Akuntabilitas Institusional Dalam Penegakan Hukum Dan Perlindungan Hak Sipil Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.55606/sokoguru.v6i1.7182Keywords:
Penyalahgunaan Wewenang, Akuntabilitas Institusional, Penegakan Hukum, Hak Sipil, Negara HukumAbstract
Penyalahgunaan wewenang oleh aparat negara merupakan persoalan serius dalam praktik penegakan hukum yang berimplikasi langsung pada perlindungan hak sipil masyarakat. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan kegagalan individu aparat, tetapi juga menunjukkan problematika struktural dalam sistem akuntabilitas institusional negara. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis relasi antara penyalahgunaan wewenang aparat negara, mekanisme akuntabilitas institusional, dan lemahnya perlindungan hak sipil dalam konteks negara hukum demokratis. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, yang menelaah literatur hukum, teori politik, filsafat kekuasaan, serta dokumen normatif terkait hak asasi dan hak sipil. Hasil analisis menunjukkan bahwa lemahnya akuntabilitas institusional membuka ruang bagi praktik kekuasaan yang bersifat koersif dan sewenang-wenang, sehingga mengikis prinsip keadilan dan supremasi hukum. Dalam perspektif filosofis, penyalahgunaan wewenang mencerminkan distorsi relasi antara kekuasaan dan tanggung jawab moral negara terhadap warga negara. Oleh karena itu, penguatan akuntabilitas institusional menjadi prasyarat fundamental bagi penegakan hukum yang berkeadilan dan perlindungan hak sipil masyarakat. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa penanggulangan penyalahgunaan wewenang aparat negara bukan semata persoalan teknis hukum, melainkan agenda etis dan politis dalam mewujudkan negara hukum yang menjunjung martabat manusia.
Downloads
References
Asshiddiqie, J. (2006). Perkembangan dan konsolidasi lembaga negara pasca reformasi. Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.
Asshiddiqie, J. (2010). Konstitusi dan konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Bovens, M. (2007). Analysing and assessing accountability: A conceptual framework. European Law Journal, 13(4), 447–468. https://doi.org/10.1111/j.1468-0386.2007.00378.x
Denhardt, J. V., & Denhardt, R. B. (2003). The new public service: Serving, not steering. Armonk, NY: M.E. Sharpe.
Dicey, A. V. (1959). Introduction to the study of the law of the constitution. London: Macmillan.
Dwiyanto, A. (2015). Mewujudkan good governance melalui pelayanan publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Foucault, M. (1980). Power/knowledge: Selected interviews and other writings 1972–1977. New York: Pantheon Books.
Friedman, L. M. (2001). American law: An introduction (2nd ed.). New York: W.W. Norton & Company.
Friedrich, C. J. (1963). Man and his government: An empirical theory of politics. New York: McGraw-Hill.
Hadjon, P. M. (2005). Pengantar hukum administrasi Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Hardjanto, I. (2018). Etika administrasi publik. Malang: UB Press.
Huda, N. (2015). Perlindungan hak asasi manusia dalam negara hukum Indonesia. Jurnal Konstitusi, 12(1), 135–152. https://jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/1229
Irianto, S. (2011). Akses keadilan dan reformasi peradilan di Indonesia. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13(2), 195–210. https://jmb.lipi.go.id/jmb/article/view/86
Isra, S. (2010). Kekuasaan dan perilaku korupsi. Jakarta: Kompas.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2019). Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah: Konsep dan implementasi. Jakarta: LAN RI Press.
Mahfud MD. (2011). Politik hukum di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Manan, B. (2006). Perkembangan pemikiran dan pengaturan hak asasi manusia di Indonesia. Bandung: Alumni.
Marzuki, P. M. (2014). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Marzuki, S. (2014). Reformasi hukum dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 21(1), 90–105. https://doi.org/10.20885/iustum.vol21.iss1.art5
Muladi. (2005). Hak asasi manusia: Hakekat, konsep dan implikasinya dalam perspektif hukum dan masyarakat. Bandung: Refika Aditama.
Mulgan, R. (2000). Accountability: An ever-expanding concept? Public Administration, 78(3), 555–573. https://doi.org/10.1111/1467-9299.00218
Nowak, M. (2005). U.N. Covenant on Civil and Political Rights: CCPR commentary (2nd ed.). Kehl am Rhein: N.P. Engel Publisher.
Ombudsman Republik Indonesia. (2021). Laporan tahunan Ombudsman Republik Indonesia tahun 2020. Jakarta: Ombudsman RI.
Pratiwi, A., & Nugroho, R. (2020). Penyalahgunaan wewenang dalam perspektif hukum administrasi negara. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 27(1), 40–52. https://doi.org/10.20885/iustum.vol27.iss1.art3
Rahardjo, S. (2009). Hukum progresif: Sebuah sintesa hukum Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing.
Rahman, F. (2021). Akuntabilitas birokrasi dan potensi abuse of power dalam tata kelola pemerintahan daerah. Jurnal Governance, 6(1), 55–70. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/governance/article/view/33485
Rahayu, S. (2020). Partisipasi publik dan transparansi dalam penguatan akuntabilitas pemerintahan daerah. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 6(1), 55–78. https://doi.org/10.31506/japi.v6i1.7642
Ridwan HR. (2014). Hukum administrasi negara. Jakarta: Rajawali Pers.
Sari, D. P. (2019). Etika pemerintahan dan praktik penyalahgunaan kewenangan birokrasi. Jurnal Administrasi Publik, 15(2), 110–125. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jap/article/view/29645
Sedarmayanti. (2017). Reformasi administrasi publik, reformasi birokrasi, dan kepemimpinan masa depan. Bandung: Refika Aditama.
Tyler, T. R. (2006). Why people obey the law. Princeton: Princeton University Press.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.
Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







